
PESTA RAKYAT UNDERGROUND part#2
Kamis,31 Desember 2009 @ De fron Cafe (Depan Kampus UNSOED) PURWOKERTO
start :13.00 WIB (31 Desember 2009) - 00.30 WIB(1 Jan 2010)
FEAT:
KILLHARMONIC (Kediri Technical Death Metal)
MORBITUAL (Magelang Death Metal)
SOCIAL BLACK YELLING (Jakarta Thrash Metal)
SOULBLIND (Jakarta Death Thrash)
SACREFIXX (Purwokerto Death Metal)
PERNICIOUS HATE ( Purwokerto Grindcore)
TYRANNICAL SYMPHONI (Sumpiuh Gothic )
STADIUM 12 ( Purwokerto Melodic Punk)
HUMAN ERROR (Sidareja Death Grind)
BURNING DOG (Purwokerto Crust Grind)
BURAONG (Majenang Black Metal)
ONE STEP BEYOND (Purwokerto Ska)
CEKAL (Bandung Experimental Punk)
PRAKETHY (Purwokerto Black Metal)
AVOTEMA CHAOS (Sidareja Punk Skin Head)
NEZA AHMOSIS (Purwokerto Gothic)
BLEKYCOT O! (Cibatoe Melodic Punk)
DIKTAKTORD (Sidareja Punk Rock)
REVOLTED (Banjarnegara Death Grind)
HOPELESS TO SURVIVE (Purwokerto Metalcore)
Read More...
Friday, December 18, 2009
Pesta Rakyat Underground Part 2
Monday, March 16, 2009
R . E .S

R . E . S (Randudongkal Extreme Sickness) adalah wadah dari anak - anak yang suka akan musik underground di daerah Randudongkal,Pemalang,Jawa Tengah.Selain itu masih ada yang lain misalnya "LINGKAR UTARA UNDERGROUND".
R . E . S sendiri sudah sering mengadakan event - event dengan mengundang bintang tamu dari luar kota.Terakhir R . E . S mengadakan event bertajuk 'Valentine Music Movement' yang bekerja sama dengan Global Mobile dan dari pihak lain.Acara ini di adakan untuk menyambut hari kasih sayang yang jatuh setiap tanggal 14 Februari.Untuk memeriahkan acara ini R . E . S mengundang dua bintang tamu dari Jakarta Tarantula dan Crematoryum.
Tarantula tampil mengesankan,dan Crematoryum tampil sebagai band penutup acara ini.
R .E . S sekali lagi ingin menunjukan ke eksisannya dalam dunia musik underground dengan mengadakan event -event yang lain.Saat ini pengurus R . E . S sedang membahas event yang lain.kapan waktunya saya juga tidak tahu. yang pasti R . E . S akan membawa musik underground tetap hidup....
DONGKAL MONSTER III
COMING SOON...
Read More...
Wednesday, January 7, 2009
Restless "Hariku Lebih Hitam Dari Gelapnya Malam"
Banyak orang tidak mengenal band ini karena band ini adalah band yang bernaung di bawah label indie.
Di tahun 2006 True Lies Prod & Kana musik menawarkan kerjasama dengan Restless untuk pengarapan album Restless ahirnya bersedia unk bekerjasama dan akhirnya masuk studio rekaman tepatnya di kana studio bandung,Restless kemudian mengubah konsep bermusiknya dengan tetap memasukan unsur khas Restless.Dalam pengerjaan album ketiga Restless posisi female vocal diganti oleh zheila Datangnya Zheila diharapkan bisa menambah nuansa Restless menjadi penuh warna.
Awal 2007 rampung sudah album ketiga Restless dengan titel “Hariku Lebih Hitam dari Gelapnya Malam”.
Ditahun 2008 ini Restless akan kembali membuat album lagi.
Discography:
- Embun Suci (Single)-(Independen Rebel Komp./ Independen/Aquarius) 1997
- Bentangan Sunyi (Pieces Prods.) 2000
- Shadow Of Black (Pieces Prods.) 2004
- Kompilasilain-lainnya
- Hariku Lebih Hitam dari Gelapny aMalam (Kana/TrueLies) 2007
Band Members
Dani Pieces (Gitar, Vocal)
Shule (Gitar)
Eko'Dewo (Bass, Keys)
Abet (Drum)
Raga (Biola, Keys)
Sheila (Female Vocal)
Download Lagu:
Tracklist:
01. Bentangan Sunyi (New)
02. Kalau Aku Mati Jangan Sangsi
03. Tanah Kebencian
04. Shadow Of Black
05. Hancurnya Sang Kesombongan
06. Mimpi (New)
07. Fatamorgana
08. Aku Penghancur Jiwamu
09. Hitam Hatimu
10. Azzahra (Outro)
Tracklist:
01. Bentangan Sunyi
02. Hitam Hatimu
03. Mimpi
04. Rising Sun
05. Titian Asa
06. Yang Abadi Iyalah Kesepian
Friday, December 19, 2008
Moses Bandwidth
Pada akhir tahun 2004, LaVey mencari orang yang mempunyai visi dan misi yang sama dengan dia, untuk membentuk sebuah band Progressif, namun ia menyadari sepenuhnya bahwa sangatlah sulit untuk mencari orang disekitar yang mempunyai dedikasi tinggi terhadap musik Metal. Setelah lama mencari tanpa hasil, dia kemudian berinisiatif untuk mebuat berbagai materi lagu yang seluruh pengerjaan musiknya dilakukan oleh sendiri dan akibatnya, masalah baru pun timbul ketika Ia harus mendapatkan seseorang untuk mengisi vocal.
Tak lama kemudian ia menghubungi female vocal bernama Riska Elfira serta Chris Bobby (Drummer) yang merupakan teman sekelasnya dibangku kuliah sekaligus merupakan anggota Paduan Suara Mahasiswa (Pasuma) UNISBA mempunyai karakter vocal yang cocok dengan "Moses Bandwidth".Sekitar bulan Maret 2005, "Moses Bandwidth" telah merampungkan sebuah single pertamanya berjudul "Selangkah Menuju Surga" yang proses recordingnya dilakukan secara profesional di MMS Studio, Indramayu.
Akhir 2005 Moses Bandwidth mengontak Steven Jozeph untuk bergabung sebagai Bass player dan segera merilis album pertama "Behind The Darkness" yang diproduseri oleh Budi Santet dari Master Of Disharmony Records. Tour promo album pertama diawali pada kota Purwokerto, Dimmy yang merupakan Gitaris Elmeod langsung mengisi posisi aditional gitar
Pada pertengahan tahun 2006 Band Moses Bandwidth kembali masuk studio untuk merekam materi album kedua yang bertitle "Renaisaance" setelah sekitar lima bulan proses recording, Renaisaance dirilis oleh Inviolable Music yang diproduseri oleh Bob Wendo, Single hits Falling Down segera dipublikasikan ke berbagai media, promo tour album kedua mencakup berbagai kota jawa tengah seperti Semarang, Cilacap, dan sekitarnya,
Ditahun 2007 line up ini menyelesaikan pre production untuk album ke 3 yang bertitle Arabian Dreams With The Final Requiem yang dirilis oleh R-A Production, serta menyiapkan tour promo sepanjang tahun 2007 untuk mendukung penjualan album
Saat itulah merupakan langkah bagi "Moses Bandwidth" untuk mengukir jejaknya di komunitas musik Indonesia, dan hingga kini mereka masih tetap berkarya untuk merampungkan promo CD / demo tape mereka yang terbaru dan tour promo ke berbagai kota Indonesia.
Dreamer "Bait Suci"
Dipertengahan tahun 2008 kita baru saja menengar lagi band dengan jenis musik Ghotic Metal telah bangkit dari kematiannya yang sudah lama tidak terdengar lagi oleh khalayak umum khususnya pecinta musik Metal. band yang dibentuk pada tahun 1998 ini bernamakan Dreamer baru saja meluncurkan album terbarunya yang berjudul Bait Suci dengan 9 track didalam album tersebut (bonus 1 lagu lama Karbala). dengan album terbarunya ini Dreamer sekarang telah memntabkan personilnya untuk dapat mengembangkan musiknya lebih luas lagi diantaranya Rika - vocal, Yani - gitar, Vicky - gitar, Bowo - kibor, Roni (ex-Tengkorak) - Drum. konsep album ini saya mendengar banyak sesuatu yang bagus namun ada juga hal yang kurang namun dapat menjadi pelajaran bagi band untuk dapat menelaah lagi, terdengar sangat megah ketika saya mendengar track pertama dan kedua tapi ketika saya mendengar lebih jauh lagi track demi track ternyata kualitas ke-megahan itu turun perlahan namun tidak melenceng dari jalur musik mereka yang sudah dibalut dengan rapih dan aransemen yang apik dalam album ini, simak saja bait suci, keabadian, kala dimana lagu tersebut memang layak utk patut didengar sebagai tembang yang manis. namun saya disini menerima keganjalan pada konsep cover album tersebut yang bisa dibilang susah dimengerti apa sih maksudnya dibalik semua itu, mungkin hanya orang tertentu yang dapat mengerti dengan cepat dengan konsep seperti itu. lain kali toh… harus dipertimbangkan lagi dunk mas ga semua orang membeli dengan mendengar lagunya saja tapi dari kemasan harus bisa diperhatikan lagi loh.Karbala merupakan lagu milik mereka yang pernah mengisi kompilasi “Metalik Klinik 6? dibawah naungan Rotorcorps/Musica tahun 2003 silam.
Dengan formasi inilah Dreamer menggarap album penuh pertamanya, ‘Bait Suci’ (2008 – Dreamland Productions). Proses rekaman dilakukan sejak Januari 2008 di tiga studio, yakni C6 Studio, Aksen Studio (untuk dram dan vokal) serta 9db Studio untuk keyboard.
Thursday, November 20, 2008
Heavy metal
The "vaguely medieval, minor-key sounds" of Rainbow, Dio and Judas Priest has also been described as "gothic" prior to "the emergence of goth rock as a post-punk genre". The bands Blue Öyster Cult and Iron Maiden have featured some gothic lyrics in their music on songs such as "(Don't Fear) The Reaper" and "Phantom of the Opera". The Danish metal band Mercyful Fate had also demonstrated "a Gothic obsession with evil and the occult". Frontman King Diamond continued exploring his interest in gothic storytelling after establishing a solo career under his own moniker, issuing "a series of concept albums which told Gothic horror tales with sound effects and song". During the 1980s, the former Misfits frontman Glenn Danzig also "occupied the no man's land between Goth and heavy metal". With the dissolution of his second band Samhain in 1988 and the creation of his own eponymous act, Danzig went on to combine heavy metal riffs with "a heavily romanticized, brooding, gothic sensibility".
The Swiss group Celtic Frost was another precursor to gothic metal, translating the influence they drew from gothic rock acts Bauhaus and Siouxsie & the Banshees into their own albums.The band's "radical fusion of violent black metal and elements of classical music" was dubbed "avant-garde" and had a huge impact "on the evolution of European heavy metal". Christofer Johnsson of the symphonic metal band Therion cites Celtic Frost's 1987 album Into the Pandemonium in particular for playing a key role in the development of the "gothic and symphonic wave of bands" in the 1990s, noting further that neither his group Therion nor Paradise Lost "would have sounded the way we did without Celtic Frost".
Tuesday, November 18, 2008
Gothic metal
Pioneers of gothic metal include Paradise Lost, My Dying Bride and Anathema, all from the north of England. Other pioneers from the first half of the 1990s include Type O Negative from the United States, Tiamat from Sweden, Sepolcrum from Italy, and The Gathering from the Netherlands. Norwegian band Theatre of Tragedy developed the "beauty and the beast" aesthetic of combining aggressive male vocals with clean female vocals, a contrast that has since been adopted by many gothic metal groups. During the mid-1990s, Moonspell, Theatres des Vampires and Cradle of Filth brought the gothic approach to black metal. By the end of the decade, a symphonic metal variant of gothic metal had been developed by Tristania and Within Temptation.
In the 21st century, gothic metal has moved towards the mainstream in Europe, particularly in Finland where groups such as The 69 Eyes, Entwine, HIM, Lullacry, Poisonblack and Sentenced have released hit singles or chart-topping albums. In the US, however, only a few bands such as Lacuna Coil, Nightwish, and Evanescence have found commercial success.






